img.emoticon { padding: 0; margin: 0; border: 0; }

Kamis, 14 Maret 2013

10 Standar Auditing


Standar Auditing adalah sepuluh standar yang ditetapkan dan disahkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), yang terdiri dari standar umum, standar pekerjaan lapangan, dan standar pelaporan beserta interpretasinya. 

isi dari ke sepuluh standar tersebut adalah : 

Standar Umum
  1. Proses audit harus dilaksanakan oleh seseorang yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis sebagai auditor.
  2. Seorang Auditor harus mempertahankan dan mengedepankan sesuatu yang berhubungan dengan Independensi dan Perikatan.
  3. Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib menggunakan kemahiran ilmuya secara profesional dengan cermat dan seksama.
Standar pekerjaan lapangan
  1. Pekerjaan mengaudit harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya.
  2. Pemahaman mengenai pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yang akan dilakukan saat mengaudit.
  3. Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, permintaan keterangan, dan konfirmasi sebagai dasar untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diaudit.
Standar pelaporan
  1. Laporan auditor harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi di Indonesia yang berlaku umum
  2. Laporan auditor harus menunjukkan  jika ada ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan dibandingkan dengan penerapan prinsip akuntansi tersebut dalam periode sebelumnya.
  3. Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai, kecuali dinyatakan lain dalam laporan auditor.
  4. Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan. Jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat diberikan, maka alasannya harus dinyatakan.

pengaruh independensi eksternal auditor terhadap pelaksanaan audit

Tugas pertama Auditing II yaitu mereview jurnal tentang audit.
review jurnal dikerjakan secara berkelompok. dan anggota kelompok kami yaitu :
  1. SATRIO WIJANG D.P
  2. KARTIKA ARIF LESTARI
  3. FIRDHANY BUDI RAHAYU
  4. HERDIANTO EFFENDI
  5. BOBBY WICAKSONO
Jurnal yang dipilih oleh kelompok kami bertemakan mengenai Independensi Auditor. dengan judul :

PENGARUH INDEPENDENSI EKSTERNAL AUDITOR TERHADAP PELAKSANAAN AUDIT (STUDI KASUS PADA BEBERAPA KANTOR AKUNTAN PUBLIK DI BANDUNG)

untuk lebih jelasnya berikut adalah link untuk mendownload jurnal yang kami review

dan berikut adalah hasil review jurnal yang kami buat dalam bentuk PPT



Selasa, 12 Maret 2013

Menganti, secuil surga yang tersembunyi

Pantai Menganti

Banyak orang yang tau pantai Menganti tapi belum banyak orang yang menjamah.
Letaknya yang tersembunyi dengan jalan terjal yang menikuk, menajak, dan menurun.
Perlu perjuangan untuk menikmati secuil surga itu, tapi ketika menemukan surga yang tersembunyi itu di jamin kalimat yang pertama terucap adalah "IHH WOOW"

Dibalik terjalnya jalan dan curamnya jurang di sepanjang jalan terlihat lukisan indah terpampang,
tebing tinggi dan terjal berselimut lumut hijau, air laut bersih dan biru, dan pasir putih dengan batu-batu karang yang memukau mata.

Yuup itulah Menganti, surga yang tersembunyi di ujung Kebumen dan masih asri










Rabu, 31 Oktober 2012

Tugas Keuangan Akuntansi Sektor Publik

KASUS PEMERINTAH KABUPATEN TANAHMAS RAYA


Menanggapi tugas keuangan akuntansi sektor publik kasus Pemerintah Kabupaten Tanahmas Raya dari Pak Yanuar, disini dapat dilihat laporan keuangan SKPD dan SKPKD Disperda.
untuk lebih memahami tugas tersebut dapat >> di download disini

Selasa, 23 Oktober 2012

STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH DI ITALIA



Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang berlaku dewasa ini menggunakan basis kas menuju akrual (cash towards accrual). Namun menjelang akhir tahun 2010 mengubah basis SAP menjadi akrual penuh. Basis akrual ini mulai diterapkan untuk periode pelaporan keuangan tahun 2011 dan mungkin diberlakukan penuh untuk tahun anggaran 2015.

Perubahan tersebut sesuai dengan Ketentuan Peraturan Peralihan pasal 36 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara yang menyatakan bahwa pengakuan dan pengukuran pendapatan dan belanja berbasis akrual dilaksanakan selambat-lambatnya 5 (lima) tahun setelah Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 ditetapkan. Penggunaan basis akrual penuh juga sesuai dengan basis akuntansi yang dianut dalam International Public Sector Accounting Standards (IPSAS).

Dalam akuntansi untuk perusahaan komersil, penggunaan basis akrual diyakini akan menghasilkan laporan keuangan yang lebih relevan. Oleh sebab itu, penggunaan basis akrual penuh dalam standar akuntansi pemerintahan juga diharapkan dapat memberi manfaat lebih baik bagi para pemangku kepentingan dan pengguna laporan keuangan instansi pemerintah.
Lalu apakah basisi Akrual bisa dipakai di Italia???
  
di Italia perubahan dari cash basis menjadi accrual basis tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap transparansi, efisiensi, dan efektivitas organisasi.
                 
sehingga Italia menerapkan akuntansi berbasis akrual pada penyusunan laporan keuangan konsolidasi dengan beberapa elemen dalam basis kas


Untuk lebih jelasnya dapat dibaca DISINI


Rabu, 17 Oktober 2012

PERLU TAU

DATA PROVINSI DAN KABUPATEN/ KOTA DI INDONESIA




kita sebagai warga negara yang baik seharusya mengetahui dan lebih mengenal negara kita tercinta Indonesia.
Indonesia sebagai negara kepulauan yang besar memiliki banyak provinsi dan kabupaten,,,

tahukah kita berapa jumlah provinsi dan kabupaten di indonesia???

yuk KLIK DISINI kawan-kawan,, :)

Senin, 15 Oktober 2012

PERDA KABUPATEN PURWOREJO

PERTANGGUNGJAWABAN PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH KABUPATEN PURWOREJO TAHUN ANGGARAN 2010


Buat kita ni khususon anak PURWOREJO BERIRAMA yang mau memahami tentang laporan peraturan daerah kabupaten Purworejo tentang pelaksanaan APBD tahun 2010 yuk mari KLIK SINI AJA!!

Kamis, 14 Maret 2013

10 Standar Auditing


Standar Auditing adalah sepuluh standar yang ditetapkan dan disahkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), yang terdiri dari standar umum, standar pekerjaan lapangan, dan standar pelaporan beserta interpretasinya. 

isi dari ke sepuluh standar tersebut adalah : 

Standar Umum
  1. Proses audit harus dilaksanakan oleh seseorang yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis sebagai auditor.
  2. Seorang Auditor harus mempertahankan dan mengedepankan sesuatu yang berhubungan dengan Independensi dan Perikatan.
  3. Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib menggunakan kemahiran ilmuya secara profesional dengan cermat dan seksama.
Standar pekerjaan lapangan
  1. Pekerjaan mengaudit harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya.
  2. Pemahaman mengenai pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yang akan dilakukan saat mengaudit.
  3. Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, permintaan keterangan, dan konfirmasi sebagai dasar untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diaudit.
Standar pelaporan
  1. Laporan auditor harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi di Indonesia yang berlaku umum
  2. Laporan auditor harus menunjukkan  jika ada ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan dibandingkan dengan penerapan prinsip akuntansi tersebut dalam periode sebelumnya.
  3. Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai, kecuali dinyatakan lain dalam laporan auditor.
  4. Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan. Jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat diberikan, maka alasannya harus dinyatakan.

pengaruh independensi eksternal auditor terhadap pelaksanaan audit

Tugas pertama Auditing II yaitu mereview jurnal tentang audit.
review jurnal dikerjakan secara berkelompok. dan anggota kelompok kami yaitu :
  1. SATRIO WIJANG D.P
  2. KARTIKA ARIF LESTARI
  3. FIRDHANY BUDI RAHAYU
  4. HERDIANTO EFFENDI
  5. BOBBY WICAKSONO
Jurnal yang dipilih oleh kelompok kami bertemakan mengenai Independensi Auditor. dengan judul :

PENGARUH INDEPENDENSI EKSTERNAL AUDITOR TERHADAP PELAKSANAAN AUDIT (STUDI KASUS PADA BEBERAPA KANTOR AKUNTAN PUBLIK DI BANDUNG)

untuk lebih jelasnya berikut adalah link untuk mendownload jurnal yang kami review

dan berikut adalah hasil review jurnal yang kami buat dalam bentuk PPT



Selasa, 12 Maret 2013

Menganti, secuil surga yang tersembunyi

Pantai Menganti

Banyak orang yang tau pantai Menganti tapi belum banyak orang yang menjamah.
Letaknya yang tersembunyi dengan jalan terjal yang menikuk, menajak, dan menurun.
Perlu perjuangan untuk menikmati secuil surga itu, tapi ketika menemukan surga yang tersembunyi itu di jamin kalimat yang pertama terucap adalah "IHH WOOW"

Dibalik terjalnya jalan dan curamnya jurang di sepanjang jalan terlihat lukisan indah terpampang,
tebing tinggi dan terjal berselimut lumut hijau, air laut bersih dan biru, dan pasir putih dengan batu-batu karang yang memukau mata.

Yuup itulah Menganti, surga yang tersembunyi di ujung Kebumen dan masih asri










Rabu, 31 Oktober 2012

Tugas Keuangan Akuntansi Sektor Publik

KASUS PEMERINTAH KABUPATEN TANAHMAS RAYA


Menanggapi tugas keuangan akuntansi sektor publik kasus Pemerintah Kabupaten Tanahmas Raya dari Pak Yanuar, disini dapat dilihat laporan keuangan SKPD dan SKPKD Disperda.
untuk lebih memahami tugas tersebut dapat >> di download disini

Selasa, 23 Oktober 2012

STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH DI ITALIA



Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang berlaku dewasa ini menggunakan basis kas menuju akrual (cash towards accrual). Namun menjelang akhir tahun 2010 mengubah basis SAP menjadi akrual penuh. Basis akrual ini mulai diterapkan untuk periode pelaporan keuangan tahun 2011 dan mungkin diberlakukan penuh untuk tahun anggaran 2015.

Perubahan tersebut sesuai dengan Ketentuan Peraturan Peralihan pasal 36 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara yang menyatakan bahwa pengakuan dan pengukuran pendapatan dan belanja berbasis akrual dilaksanakan selambat-lambatnya 5 (lima) tahun setelah Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 ditetapkan. Penggunaan basis akrual penuh juga sesuai dengan basis akuntansi yang dianut dalam International Public Sector Accounting Standards (IPSAS).

Dalam akuntansi untuk perusahaan komersil, penggunaan basis akrual diyakini akan menghasilkan laporan keuangan yang lebih relevan. Oleh sebab itu, penggunaan basis akrual penuh dalam standar akuntansi pemerintahan juga diharapkan dapat memberi manfaat lebih baik bagi para pemangku kepentingan dan pengguna laporan keuangan instansi pemerintah.
Lalu apakah basisi Akrual bisa dipakai di Italia???
  
di Italia perubahan dari cash basis menjadi accrual basis tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap transparansi, efisiensi, dan efektivitas organisasi.
                 
sehingga Italia menerapkan akuntansi berbasis akrual pada penyusunan laporan keuangan konsolidasi dengan beberapa elemen dalam basis kas


Untuk lebih jelasnya dapat dibaca DISINI


Rabu, 17 Oktober 2012

PERLU TAU

DATA PROVINSI DAN KABUPATEN/ KOTA DI INDONESIA




kita sebagai warga negara yang baik seharusya mengetahui dan lebih mengenal negara kita tercinta Indonesia.
Indonesia sebagai negara kepulauan yang besar memiliki banyak provinsi dan kabupaten,,,

tahukah kita berapa jumlah provinsi dan kabupaten di indonesia???

yuk KLIK DISINI kawan-kawan,, :)

Senin, 15 Oktober 2012

PERDA KABUPATEN PURWOREJO

PERTANGGUNGJAWABAN PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH KABUPATEN PURWOREJO TAHUN ANGGARAN 2010


Buat kita ni khususon anak PURWOREJO BERIRAMA yang mau memahami tentang laporan peraturan daerah kabupaten Purworejo tentang pelaksanaan APBD tahun 2010 yuk mari KLIK SINI AJA!!